(1) Laporan Realisasi Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) huruf a adalah sebagai berikut :
a. Pendapatan Rp 1.511.711.867.547,53
b. Belanja Rp 1.507.715.255.642,28 Surplus Rp 3.996.611.905,25
c. Pembiayaan -Penerimaan Pembiayaan Rp 61.958.341.080,33 -Pengeluaran Pembiayaan Rp - -Pembiayaan Netto Rp 61.958.341.080,33
d. SiLPA Sebelum Koreksi Rp 65.954.952.985,58 Koreksi Rp 38.374.000,00 SiLPA Setelah Koreksi Rp 65.993.326.985,58
(2) Uraian Laporan Realisasi Anggaran sebagaimana dimaksud pada Pasal 1 ayat (1) huruf a adalah sebagai berikut:
1. Selisih anggaran dengan realisasi pendapatan sejumlah Rp. 10.672.299,875,89 dengan rincian sebagai berikut :
a. Anggaran pendapatan setelah perubahan Rp 1.522.384.167.423,42
b. Realisasi pendapatan Rp 1.511.711.867.547,53 Selisih kurang Rp 10.672.299.875,89
2. Selisih anggaran dengan realisasi belanja sejumlah Rp. 76.627.252.861,47 dengan rincian sebagai berikut :
a. Anggaran belanja setelah perubahan Rp 1.584.342.508.503,75
b. Realiliasi belanja Rp 1.507.715.255.642,28 Selisih kurang Rp 76.627.252.861,47
3. Selisih anggaran defisit dengan realisasi surplus sejumlah Rp (65.954.952.985,58) dengan rincian sebagai berikut :
a. Defisit anggaran setelah perubahan Rp (61.958.341.080,33)
b. Surplus realisasi Rp 3.996.611.905,25 Selisih Rp (65.954.952.985,58)
4. Selisih anggaran dengan realisasi penerimaan pembiayaan tidak ada dengan rincian sebagai berikut :
a. Anggaran penerimaan pembiayaan setelah perubahan Rp 61.958.341.080,33
b. Realisasi penerimaan pembiayaan Rp 61.958.341.080,33 Selisih Rp 0,00
5. Selisih anggaran dengan realisasi pengeluaran pembiayaan tidak ada dengan rincian sebagai berikut :
a. Anggaran pengeluaran pembiayaan setelah perubahan Rp 0,00
b. Realisasi pengeluaran pembiayaan Rp 0,00 Selisih Rp 0,00
6. Selisih anggaran dengan realisasi pembiayaan neto tidak ada dengan rincian sebagai berikut :
a. Anggaran pembiayaan neto setelah perubahan Rp 61.958.341.080,33
b. Realisasi Rp 61.958.341.080,33 Selisih Rp 0,00
Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) huruf b adalah sebagai berikut :
a. Saldo Anggaran Lebih Awal Rp 61.958.341.080,33
b. Penggunaan SAL sebagai penerimaan Pembiayaan Tahun Berjalan Rp 61.958.341.080,33
c. Sub Total Rp
d. Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran Rp 65.954.952.985,58 (SiLPA/SiKPA)
e. Sub Total Rp 65.954.952.985,58
f. Koreksi Kesalahan Pembukuan Tahun sebelumnya Rp 38.374.000,00
g. Saldo Anggaran Lebih Akhir Rp 65.993.326.985,58
Laporan Operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) huruf c adalah sebagai berikut :
a. Pendapatan Operasional Rp 1.454.372.504.794,38
b. Beban Operasional Rp 1.303.540.993.384,18
c. Surplus/Defisit dari kegiatan Operasional Rp 150.831.511.410,20
d. Surplus/Defisit dari kegiatan Non Operasional Rp (41.575.625.835,17)
e. Pos Luar Biasa Rp (1.290.750.300,00) Jumlah Surplus/Defisit LO Rp 107.965.135.275,03
Laporan Arus Kas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) huruf f untuk tahun yang berakhir sampai dengan 31 Desember Tahun 2019 adalah sebagai berikut :
a. Saldo awal (Kas di Kasda) Per 1 Januari 2019 Rp 7.840.270.202,64
b. Arus kas bersih dari Aktivitas Operasi Rp 254.101.284.775,98
c. Arus kas bersih untuk Aktivitas Investasi Rp (262.904.737.843,34)
d. Arus kas bersih untuk Aktividades Pendanaan -
e. Arus kas bersih dari Aktivitas Transitoris - Rp 5.461.684.002,00
f. Kenaikan (Penurunan) Bersih kas selama periode ini Rp (3.341.805.065,36)
g. Saldo Akhir (Kas di Kasda) Per 31 Desember 2019 Rp 4.498.465.137,28
h. Saldo Akhir Kas di Bendahara Penerimaan Rp 38.379.000,00
i. Saldo Akhir Kas di Bendahara Pengeluaran Rp 105.090.748,00
j. Saldo akhir Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran Rp 79.417.000,00 (berupa Utang Pajak)
k. Saldo Akhir Kas di Bendahara BLUD Rp 11.803.543.210,69 Saldo Akhir Kas pada Bendahara BOS Rp 2.354.382.588,00
l. Saldo Akhir Kas di Bendahara Kapitasi JKN Rp 7.193.466.351,61
m. Saldo Akhir Lainnya pada Bendahara BOS Rp 1.026.228.407,00
n. Saldo Akhir pada Per 31 Desember 2019 Rp 27.098.972.392,58