(1) Pendapatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari :
a. Pendapatan asli daerah 1) Semula Rp. 165.000.447.832,43 2) Berkurang (Rp. 42.032.586.942,43) Jumlah pendapatan asli daerah setelah Rp. 122.967.860.890,00 Perubahan
b. Dana perimbangan 1) Semula Rp. 992.118.632.690,00 2) Berkurang (Rp. 96.031.714.100,00) Jumlah dana perimbangan setelah Rp. 896.086.918.590,00 Perubahan
c. Lain-lain pendapatan daerah yang sah 1) Semula Rp. 178.405.051.000,00 2) Bertambah Rp. 15.642.989.208,00 Jumlah lain-lain pendapatan daerah yang sah setelah Perubahan Rp. 194.048.040.208,00
(2) Pendapatan asli daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pendapatan :
a. Pajak daerah 1) Semula Rp. 25.241.406.462,43 2) Berkurang [Rp. 5.103.433.589,43] Jumlah pajak daerah setelah Perubahan Rp. 20.137.972.873,00
b. Retribusi daerah 1) Semula Rp. 13.609.593.850,00 2) Berkurang [Rp. 8.804.621.304,00] Jumlah retribusi daerah setelah Perubahan Rp. 4.804.972.546,00
c. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan 1) Semula Rp. 19.288.719.850,00 2) Bertambah Rp. 240.332.633,00 Jumlah hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan setelah Perubahan Rp. 19.529.052.483,00
d. Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah 1) Semula Rp. 106.860.727.670,00 2) Berkurang [Rp. 28.364.864.882,00] Jumlah lain-lain pendapatan asli daerah yang sah setelah Perubahan Rp. 78.495.862.988,00
3) Dana perimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pendapatan :
a. Bagi Hasil Pajak/Bagian Hasil Bukan Pajak 1) Semula Rp. 12.670.268.690,00 2) Bertambah Rp. 5.952.369.900,00 Jumlah dana bagi hasil Pajak/Bagian Hasil Bukan Pajak setelah Perubahan Rp. 18.622.638.590,00
b. Dana Alokasi Umum 1) Semula Rp. 722.686.294.000,00 2) Berkurang [Rp. 70.946.529.000,00] Jumlah dana alokasi umum setelah Perubahan Rp. 651.739.765.000,00
c. Dana Alokasi Khusus 1) Semula Rp. 256.762.070.000,00 2) Berkurang [Rp. 31.037.555.000,00] Jumlah dana alokasi khusus setelah Perubahan Rp. 225.724.515.000,00
(4) Lain-lain pendapatan daerah yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari jenis pendapatan :
a. Pendapatan Hibah 1) Semula Rp. 42.251.200.000,00 2) Bertambah Rp. 4.519.500.000,00 Jumlah pendapatan hibah setelah Perubahan Rp. 46.770.700.000,00
b. Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya 1) Semula Rp. 45.656.288.000,00 2) Berkurang (Rp. 1.025.226.792,00) Jumlah dana bagi hasil pajak dari Rp. 44.631.061.208,00 Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya setelah Perubahan
c. Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus 1) Semula Rp. 90.497.563.000,00 2) Bertambah Rp. 12.148.716.000,00 Jumlah dana penyesuaian dan otonomi khusus setelah Perubahan
(1) Belanja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari :
a. Belanja Tidak Langsung 1) Semula Rp. 895.477.134.382,00 2) Berkurang (Rp. 65.010.062.702,35) Jumlah belanja tidak langsung setelah Rp. 830.067.071.679,65 Perubahan
b. Belanja Langsung 1) Semula Rp. 562.973.414.253,74 2) Berkurang (Rp. 118.356.972.931,69) Jumlah belanja langsung setelah Rp. 444.616.441.322,05 Perubahan
(2) Belanja Tidak Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis belanja :
a. Belanja pegawai 1) Semula Rp. 642.811.919.037,00 2) Berkurang (Rp. 56.729.162.595,79) Jumlah belanja pegawai setelah Rp. 586.082.756.441,21 Perubahan
b. Belanja hibah 1) Semula Rp. 53.415.222.525,05 2) Berkurang (Rp. 5.356.670.400,00) Jumlah belanja hibah setelah Perubahan Rp. 48.058.552.125,00
c. Belanja bantuan sosial 1) Semula Rp. 6.187.050.000,00 2) Berkurang (Rp. 1.200.000.000,00) Jumlah belanja bantuan sosial setelah Rp. 4.987.050.000,00 Perubahan
d. Belanja Bagi Hasil Kepada Pemerintahan Nagari 1) Semula Rp. 4.583.316.300,00 2) Berkurang (Rp. 1.180.132.759,00) Jumlah belanja bagi hasil kepada Rp. 3.403.183.541,00 Pemerintahan Nagari setelah Perubahan
e. Belanja ...
e. Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi, Pemerintahan Nagari dan Partai Politik 1) Semula Rp. 178.479.626.520,00 2) Berkurang (Rp. 41.929.617.400,00) Jumlah belanja bantuan keuangan Rp. 136.550.091.120,00 kepada Pemerintahan Nagari dan Partai Politik setelah Perubahan
f. belanja tidak terduga 1) Semula Rp. 10.000.000.000,00 2) Bertambah Rp. 40.985.520.452,44 Jumlah belanja tidak terduga setelah Rp. 50.985.520.452,44 Perubahan
(3) Belanja Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis belanja:
a. belanja pegawai 1) Semula Rp. 6.240.855.030,00 2) Berkurang (Rp. 789.132.144,00) Jumlah belanja pegawai setelah Rp. 5.451.722.886,00 Perubahan
b. belanja barang dan jasa 1) Semula Rp. 372.624.353.511,74 2) Berkurang (Rp. 51.578.443.448,57) Jumlah belanja barang dan jasa setelah Rp. 321.045.910.063,17 Perubahan
c. Belanja modal 1) Semula Rp. 184.108.205.712,00 2) Berkurang (Rp. 65.989.397.339,12) Jumlah belanja modal setelah Perubahan Rp. 118.118.808.372,88
(1) Pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari :
a. Penerimaan Pembiayaan 1) Semula Rp. 122.926.417.113,31 2) Berkurang (Rp. 54.669.003.949,61) Jumlah penerimaan setelah Perubahan Rp. 68.257.413.163,70
b. Pengeluaran Pembiayaan 1) Semula Rp. 0,00 2) Bertambah Rp. 6.676.719.850,00 Jumlah pengeluaran setelah Perubahan Rp. 6.676.719.850,00
(2) Penerimaan pembiayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis sia lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya (SILPA) sejumlah :
1) Semula Rp. 122.926.417.113,31 2) Berkurang (Rp. 54.669.003.949,61) Jumlah SILPA tahun anggaran Rp. 68.257.413.163,70 sebelumnya setelah Perubahan
(3) Pengeluaran pembiayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah sejumlah :
1) Semula Rp. 0,00 2) Bertambah Rp. 6.676.719.850,00 Jumlah penyertaan modal (investasi) Rp. 6.676.719.850,00 pemerintah daerah setelah Perubahan
Uraian lebih lanjut Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020 sebagaimana dimaksud pada Pasal 1, tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini, terdiri dari :
1. Lampiran I Ringkasan Perubahan APBD;
2. Lampiran II Ringkasan Perubahan APBD menurut urusan pemerintahan daerah dan organisasi SKPD;
3. Lampiran III Rincian Perubahan APBD Menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Pendapatan, Belanja Dan Pembiayaan;
4. Lampiran IV Rekapitulasi Perubahan Belanja Menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Program, Dan Kegiatan;
5. Lampiran V Rekapitulasi Perubahan Belanja Daerah Untuk Keselamaran Dan Keterpaduan Urusan Pemerintahan Daerah Dan Fungsi Dalam Kerangka Pengelolaan Keuangan Negara;
6. Lampiran VI Daftar Jumlah Pegawai Per Golongan Dan Per Jabatan;
7. Lampiran VII Daftar Piutang Daerah;
8. Lampiran VIII Daftar Penyertaan Modal Daerah Dan Investasi Daerah Lainnya;
9. Lampiran IX Daftar Perkiraan Penambahan Dan Pengurangan Aset Tetap Daerah;
10. Lampiran X Daftar Perkiraan Penambahan Dan Pengurangan Aset Lain-Lain;
11. Lampiran XI Daftar Kegiatan-Kegiatan Tahun Anggaran Sebelumnya Yang Belum Diselesaikan Dan Dianggarkan Kembali Dalam Tahun Anggaran Ini;
12. Lampiran XII Daftar Dana Cadangan Daerah;
13. Lampiran XIII Daftar Pinjaman Dan Obligasi Daerah;
Pasal 6...