(1) Pendapatan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 huruf a terdiri dari:
a. Pendapatan Asli Daerah
1. Semula Rp. 544.781.462.000,00
2. Bertambah Rp 22.976.498.983,00
Jumlah Pendapatan Asli Daerah Setelah Perubahan Rp. 567.757.960.983,00
b. Dana Perimbangan
1. Semula Rp. 1.134.140.643.000,00
2. Berkurang Rp 1.443.544.789,00
Jumlah Dana Perimbangan Setelah Perubahan Rp. 1.132.697.098.211,00
c. Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah
1. Semula Rp. 249.964.623.000,00
2. Bertambah Rp 52.115.524.480,00
Jumlah Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah Setelah Perubahan Rp. 302.080.147.480,00
(2) Pendapatan Asli Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf a terdiri dari jenis pendapatan:
a. Pajak Daerah
1. Semula Rp. 343.000.000.750,00
2. Bertambah Rp 7.499.999.250,00
Jumlah Pajak Daerah Setelah Perubahan Rp. 350.500.000.000,00
b. Retribusi Daerah
1. Semula Rp. 74.400.733.000,00
2. Bertambah / Berkurang Rp. 0,00
Jumlah Retribusi Daerah Setelah Perubahan Rp. 74.400.733.000,00
c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan
1. Semula Rp. 12.500.000.000,00
2. Bertambah Rp. 846.391.625,00
Jumlah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Setelah Perubahan Rp. 13.346.391.625,00
d. Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah
1. Semula Rp. 114.880.728.250,00
2. Bertambah Rp. 14.630.108.108,00
Jumlah Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Setelah Perubahan Rp. 129.510.836.358,00
(3) Dana Perimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf b terdiri dari jenis pendapatan:
a. Dana Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak
1. Semula Rp. 47.119.379.000,00
2. Bertambah Rp. 610.423.000,00
Jumlah Dana Bagi Hasil Pajak/ Bagi Hasil Bukan Pajak Setelah Perubahan Rp. 47.729.802.000,00
b. Dana Alokasi Umum
1. Semula Rp. 866.227.252.000,00
2. Bertambah / Berkurang Rp. 0,00
Jumlah Dana Alokasi Umum Setelah Perubahan Rp. 866.227.252.000,00
c. Dana Alokasi Khusus
1. Semula Rp. 220.794.012.000,00
2. Berkurang Rp. 2.053.967.789,00
Jumlah Dana Alokasi Khusus Setelah Perubahan Rp. 218.740.044.211,00
(4) Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari jenis pendapatan:
a. Pendapatan Hibah
1. Semula Rp. 52.324.800.000,00
2. Berkurang Rp. 1.396.307.782,00
Jumlah Pendapatan Hibah Setelah Perubahan Rp. 50.928.492.218,00
b. Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah lainnya
1. Semula Rp. 150.876.525.000,0.00
2. Bertambah Rp. 22.001.832.262,00
Jumlah Bagi Hasil Pajak dari Provinsi Setelah Perubahan Rp. 172.878.357.262,00
c. Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus
1. Semula Rp. 46.763.298.000,00
2. Bertambah / Berkurang Rp. 0,00
Jumlah Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Setelah Perubahan Rp. 46.763.298.000,00
d. Bantuan Keuangan dari Provinsi atau dari Pemerintah Daerah lainnya
1. Semula Rp. 0,00
2. Bertambah Rp. 31.510.000.000,00
Jumlah Bagi Hasil Pajak Dari Provinsi Setelah Perubahan Rp. 31.510.000.000,00
(1) Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 huruf b terdiri dari:
a. Belanja Tidak Langsung
1. Semula Rp. 852.838.801.000,00
2. Bertambah Rp. 16.334.124.340,00
Jumlah Belanja Tidak Langsung Setelah Perubahan Rp. 869.172.925.340,00
b. Belanja Langsung
1. Semula Rp. 1.149.158.983.000,0
2. Bertambah Rp. 155.929.760.463,17
Jumlah Belanja Langsung Setelah Perubahan Rp. 1.305.088.743.463,17
(2) Belanja Tidak Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis belanja:
a. Belanja Pegawai
1. Semula Rp. 770.783.418.000,00
2. Bertambah Rp. 9.474.224.340,00
Jumlah Belanja Pegawai Setelah Perubahan Rp. 780.257.642.340,00
b. Belanja Bunga
1. Semula Rp. 142.429.000,00
2. Bertambah / Berkurang Rp. 0,00
Jumlah Belanja Bunga Setelah Perubahan Rp. 142.429.000,00
c. Belanja Hibah
1. Semula Rp. 53.901.500.000,00
2. Bertambah Rp. 11.709.900.000,00
Jumlah Belanja Hibah Setelah Perubahan Rp. 65.611.400.000,00
d. Belanja Bantuan Sosial
1. Semula Rp. 25.151.552.000,00
2. Berkurang Rp. 4.850.000.000,00
Jumlah Belanja Sosial Setelah Perubahan Rp. 20.311.552.000,00
e. Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/ Kabupaten/Kota/Pemerintahan Desa dan Partai Politik
1. Semula Rp. 859.902.000,00
2. Bertambah / Berkurang Rp 0,00
Jumlah Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/ Kabupaten/Kota/ Pemerintahan Desa dan Partai Politik Setelah Perubahan Rp. 859.902.000,00
f. Belanja Tidak Terduga
1. Semula Rp. 2.000.000.000,00
2. Bertambah / Berkurang Rp. 0,00
Jumlah Tidak Terduga Setelah Perubahan Rp. 2.000.000.000,00
(3) Belanja Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis belanja:
a. Belanja Pegawai
1. Semula Rp. 41.041.409.000,00
2. Berkurang Rp. 19.824.076.000,00
Jumlah Belanja Pegawai Setelah Perubahan Rp. 21.217.333.000,00
b. Belanja Barang dan Jasa
1. Semula Rp. 601.718.174.000,00
2. Bertambah Rp. 111.312.539.463,17
Jumlah Belanja Barang dan Jasa Setelah Perubahan Rp. 713.030.713.463,17
c. Belanja Modal
1. Semula Rp. 506.399.400.000,00
2. Bertambah Rp. 64.441.297.000,00
Jumlah Belanja Modal Setelah Perubahan Rp. 570.840.697.000,00
(1) Pembiayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 huruf c terdiri dari:
a. Penerimaan
1. Semula Rp. 90.000.000.000,00
2. Bertambah Rp. 98.622.166.304,17
Jumlah Penerimaan Setelah Perubahan Rp. 188.622.166.304,17
b. Pengeluaran
1. Semula Rp. 16.888.944.000,00
2. Bertambah Rp 6.760.175,00
Jumlah Pengeluaran Setelah Perubahan Rp. 16.895.704.175,00
(2) Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pembiayaan:
a. SilPA tahun anggaran sebelumnya
1. Semula Rp. 90.000.000.000,00
2. Bertambah Rp. 98.622.166.304,17
Jumlah SILPA tahun anggaran sebelumnya Setelah Perubahan Rp. 188.622.166.304,17
b. Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman/Dana Bergulir
1. Semula Rp. 0,00
2. Bertambah / Berkurang Rp. 0,00
Jumlah Penerimaan Pinjaman Daerah dan Obligasi Daerah Setelah Perubahan Rp. 0,00
c. Penerimaan dari Pihak Ketiga
1. Semula Rp. 0,00
2. Bertambah / Berkurang Rp. 0,00
Jumlah Penerimaan dari Pihak Ketiga Setelah Perubahan Rp. 0,00
(3) Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pembiayaan:
a. Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah
1. Semula Rp. 16.000.000.000,00
2. Bertambah / Berkurang Rp. 0,00
Jumlah Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah Setelah Perubahan Rp. 16.000.000.000,00
b. Pembayaran pokok utang
1. Semula Rp. 888.944.000,00
2. Bertambah / Berkurang Rp. 0,00
Jumlah pokok utang Setelah Perubahan Rp. 888.944.000,00
c. Pemberian pinjaman daerah
1. Semula Rp. 0,00
2. Bertambah / Berkurang Rp. 0,00
Jumlah Pemberian pinjaman daerah Setelah Perubahan Rp. 0,00
d. Pengembalian Kepada Pihak Ketiga
1. Semula Rp. 0,00
2. Bertambah Rp. 6.760.175,00
Jumlah Pengembalian dari Pihak Ketiga Setelah Perubahan Rp. 6.760.175,00
(1) Dalam rangka mengantisipasi pendanaan keadaan darurat termasuk belanja untuk keperluan mendesak, Pemerintah Kota Surakarta dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya, yang selanjutnya diusulkan dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan/atau disampaikan dalam Laporan Realisasi Anggaran.
(2) Keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. bencana alam, bencana non alam, bencana sosial dan/atau kejadian luar biasa;
b. pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
dan/atau
c. kerusakan sarana/prasarana yang dapat mengganggu kegiatan pelayanan publik.
(3) Belanja untuk keperluan mendesak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup:
a. kebutuhan daerah dalam rangka pelayanan dasar masyarkat yang anggarannya belum tersedia dalam tahun anggaran berjalan;
b. Belanja Daerah yang bersifat mengikat dan belanja yang bersifat wajib;
c. Pengeluaran Daerah yang berada di luar kendali Pemerintah Kota Surakarta dan tidak dapat diprediksikan sebelumnya, serta amanat peraturan perundang-undangan;
d. Pengeluaran Daerah lainnya yang apabila ditunda akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi Pemerintah Daerah dan/atau masyarakat;
dan/atau
e. program dan kegiatan Dana Alokasi Khusus, kebijakan Pemerintah Pusat, Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah dan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dananya diterima setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ditetapkan beserta dana pendampingnya.
(4) Pendanaan keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan keperluan mendesak sebagaimana dimaksud pada ayat (3) Pemerintah Kota Surakarta dapat menggunakan Belanja Tidak Terduga, menggunakan dana dari hasil penjadwalan ulang capaian target kinerja program dan kegiatan lainnya dalam tahun anggaran berjalan dan/atau memanfaatkan uang kas yang tersedia.
(5) Pendanaan keperluan mendesak sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c, Pemerintah Kota Surakarta melaksanakan program dan kegiatan dimaksud dengan mekanisme:
a. untuk program/kegiatan, kebijakan, bantuan keuangan yang bersifat khusus, terlebih dahulu melakukan Perubahan Peraturan Walikota tentang Penjabaran Anggaran Pendapatkan dan Belanja Daerah dengan pemberitahuan kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah; dan/atau
b. untuk program/kegiatan, kebijakan, bantuan keuangan yang bersifat umum, terlebih dahulu melakukan Perubahan Peraturan Walikota tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
(6) Mekanisme pendanaan keadaan darurat dan keperluan mendesak sebagaimana dimaksud pada ayat (4) terlebih dahulu melakukan perubahan Peraturan Walikota tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dengan pemberitahuan kepada Pimpinan DPRD.
(7) Perubahan alokasi anggaran untuk pendanaan keadaan darurat dan keperluan mendesak sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) selanjutnya harus ditampung dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
(8) Dalam hal program dan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) terjadi setelah Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ditetapkan, maka Pemerintah Kota Surakarta menyampaikannya dalam Laporan Realisasi Anggaran.
Uraian lebih lanjut tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2019 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini, terdiri dari:
a. Lampiran I Ringkasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
b. Lampiran II Ringkasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah menurut Urusan Pemerintahan Daerah dan Organisasi.
c. Lampiran IIa Ringkasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Menurut Organisasi dan Urusan Pemerintahan.
d. Lampiran III Rincian Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan.
e. Lampiran IV Rekapitulasi Perubahan Belanja menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Program dan Kegiatan.
f. Lampiran IVa Rekapitulasi Perubahan Penggunaan Sumber Dana Menurut Jenis Pendapatan dan Jenis Penerimaan Terhadap Jenis Belanja dan Jenis Pengeluaran.
g. Lampiran V Rekapitulasi Perubahan Belanja Daerah untuk keselarasan dan keterpaduan Urusan Pemerintahan Daerah dan Fungsi Dalam Kerangka Pengelolaan Keuangan Negara.
h. Lampiran VI Daftar Jumlah Pegawai per Golongan dan Per Jabatan.
i. LampiranVII Daftar Piutang Daerah
j. Lampiran VIII Daftar Penyertaan Modal (Investasi) Daerah
k. Lampiran IX Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Tetap Daerah.
l. Lampiran X Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Lainnya.
m. Lampiran XI Daftar Kegiatan - kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang belum diselesaikan dan dianggarkan kembali dalam tahun anggaran ini.
n. Lampiran XII Daftar Dana Cadangan Daerah
o. Lampiran XIII Daftar Pinjaman Daerah dan Obligasi Daerah.