LEMBAGA PEMAJUAN DHARMAGITA
(1) Dalam melaksanakan tugas, fungsi, dan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 4, Direktur Jenderal dibantu oleh Lembaga Pemajuan Dharmagita.
(2) Dalam melaksanakan tugas pembantuan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Lembaga Pemajuan Dharmagita:
a. melakukan inventarisasi, pengamanan, pelestarian, dan publikasi karya Dharmagita sebagai warisan budaya Hindu;
b. melakukan pengkajian, pelatihan, inovasi, dan penyebarluasan guna menghidupkan ekosistem Dharmagita yang dinamis, adaptif, dan inklusif terhadap perkembangan zaman;
c. membantu penyelenggaraan Utsawa Dharmagita sebagai sarana pendalaman ajaran suci Weda dan susastra agama Hindu untuk meningkatkan sradha dan bhakti, penguatan literasi keagamaan, dan moderasi beragama;
d. melakukan pemberdayaan sumber daya manusia, lembaga, dan pranata keagamaan agar tumbuh aktif, kreatif, unggul, dan berdaya saing dalam melestarikan Dharmagita;
e. melakukan tata kelola organisasi yang tertib, transparan, dan akuntabel; dan
f. melakukan koordinasi dan kerja sama dengan pemangku kepentingan terkait.
(1) Lembaga Pemajuan Dharmagita berada di tingkat:
a. pusat;
b. provinsi;
c. kabupaten/kota;
d. kecamatan; dan
e. desa/kelurahan.
(2) Lembaga Pemajuan Dharmagita sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berkedudukan di:
a. ibu kota negara bagi Lembaga Pemajuan Dharmagita tingkat pusat;
b. ibu kota provinsi bagi Lembaga Pemajuan Dharmagita tingkat provinsi;
c. ibu kota kabupaten/kota bagi Lembaga Pemajuan Dharmagita tingkat kabupaten/kota;
d. ibu kota kecamatan bagi Lembaga Pemajuan Dharmagita tingkat kecamatan; dan
e. ibu kota desa/kelurahan bagi Lembaga Pemajuan Dharmagita tingkat desa/kelurahan.
(3) Lembaga Pemajuan Dharmagita sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh ketua pembina Lembaga Pemajuan Dharmagita sesuai dengan tingkatannya.
(1) Susunan organisasi Lembaga Pemajuan Dharmagita tingkat pusat terdiri atas:
a. pembina; dan
b. pengurus pusat.
(2) Pembina sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri atas:
a. ketua;
b. wakil ketua;
c. sekretaris; dan
d. anggota.
(3) Pengurus pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri atas:
a. ketua umum;
b. sekretaris umum:
c. bendahara umum; dan
d. ketua bidang.
(4) Ketua bidang sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf d terdiri atas:
a. ketua bidang pelindungan;
b. ketua bidang pengembangan;
c. ketua bidang pemanfaatan;
d. ketua bidang pembinaan; dan
e. ketua bidang kerja sama.
(1) Ketua pembina sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) huruf a secara ex-officio dijabat oleh Menteri.
(2) Wakil ketua pembina sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) huruf b secara ex-officio dijabat oleh Menteri Dalam Negeri.
(3) Sekretaris pembina sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) huruf c secara ex-officio dijabat oleh Direktur Jenderal.
(4) Anggota pembina sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) huruf d terdiri atas:
a. ketua umum pengurus harian PHDI pusat; dan
b. tokoh umat Hindu yang memiliki kompetensi, dedikasi, dan kepedulian terhadap Dharmagita.
(5) Pengurus Lembaga Pemajuan Dharmagita pusat dijabat berdasarkan hasil Musyawarah Nasional.
(6) Kepengurusan Lembaga Pemajuan Dharmagita pusat ditetapkan oleh Menteri.
(1) Susunan organisasi Lembaga Pemajuan Dharmagita tingkat daerah terdiri atas:
a. pembina; dan
b. pengurus daerah.
(2) Pembina sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri atas:
a. ketua;
b. wakil ketua;
c. sekretaris; dan
d. anggota.
(3) Pengurus daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri atas:
a. ketua;
b. sekretaris;
c. bendahara; dan
d. ketua bidang.
(4) Ketua bidang sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf d terdiri atas:
a. ketua bidang pelindungan;
b. ketua bidang pengembangan;
c. ketua bidang pemanfaatan;
d. ketua bidang pembinaan; dan
e. ketua bidang kerja sama.
Kepengurusan Lembaga Pemajuan Dharmagita pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dan Lembaga Pemajuan Dharmagita daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ditetapkan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat dipilih kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya.
Pembina Lembaga Pemajuan Dharmagita tingkat pusat mempunyai tugas:
a. memberikan pembinaan terhadap Lembaga Pemajuan Dharmagita dalam mencapai tujuan visi dan misi Lembaga Pemajuan Dharmagita;
b. memberikan pertimbangan dan rekomendasi terhadap program kerja Lembaga Pemajuan Dharmagita pusat;
c. menyediakan dukungan anggaran Lembaga Pemajuan Dharmagita pusat dan Lembaga Pemajuan Dharmagita daerah; dan
d. melakukan pemantauan, evaluasi kinerja, serta tata kelola Lembaga Pemajuan Dharmagita pusat dan Lembaga Pemajuan Dharmagita daerah.
Ketua umum Lembaga Pemajuan Dharmagita tingkat pusat mempunyai tugas:
a. memimpin dan mengoordinasikan seluruh program sesuai dengan visi dan misi Lembaga Pemajuan Dharmagita pusat sampai dengan Lembaga Pemajuan Dharmagita daerah;
b. MENETAPKAN kebijakan strategis dan program kerja jangka pendek serta jangka menengah Lembaga Pemajuan Dharmagita pusat; dan
c. menjalin komunikasi, koordinasi, dan kerja sama dengan instansi pemerintah, lembaga keagamaan, dan mitra strategis lainnya.
Sekretaris umum Lembaga Pemajuan Dharmagita tingkat pusat mempuyai tugas:
a. membantu ketua umum dalam menggerakan roda organisasi;
b. memimpin kegiatan kesekretariatan;
c. mengoordinasikan ketatausahaan bidang; dan
d. melaksanakan pengawasan administrasi.
Bendahara umum Lembaga Pemajuan Dharmagita tingkat pusat mempunyai tugas:
a. menyusun administrasi dan menandatangani keuangan serta pencatatan setiap transaksi;
b. melakukan pembayaran atas dana kegiatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
dan
c. membuat laporan keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Tugas pembina dan pengurus Lembaga Pemajuan Dharmagita tingkat daerah mutatis mutandis dengan tugas pembina dan pengurus Lembaga Pemajuan Dharmagita tingkat pusat yang disesuaikan dengan karakterisitik daerah masing-masing.
(1) Musyawarah Nasional dilaksanakan setiap 5 (lima) tahun 1 (satu) kali oleh Lembaga Pemajuan Dharmagita pusat.
(2) Musyawarah Daerah dilaksanakan setiap 5 (lima) tahun 1 (satu) kali oleh Lembaga Pemajuan Dharmagita daerah.
(1) Musyawarah Nasional berwenang:
a. menyempurnakan dan MENETAPKAN anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Lembaga Pemajuan Dharmagita;
b. meminta laporan pertanggungjawaban pengurus Lembaga Pemajuan Dharmagita pusat;
c. merumuskan program kerja nasional 5 (lima) tahunan; dan
d. memilih kepengurusan Lembaga Pemajuan Dharmagita pusat.
(2) Musyawarah Daerah berwenang:
a. meminta laporan pertanggungjawaban pengurus Lembaga Pemajuan Dharmagita daerah;
b. merumuskan program kerja daerah 5 (lima) tahunan mengacu pada program kerja hasil Musyawarah Nasional; dan
c. memilih kepengurusan Lembaga Pemajuan Dharmagita daerah.
(3) Musyawarah Nasional dihadiri oleh:
a. seluruh pengurus Lembaga Pemajuan Dharmagita pusat;
b. perwakilan pengurus Lembaga Pemajuan Dharmagita provinsi;
c. perwakilan PHDI pusat;
d. perwakilan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu;
e. perwakilan tokoh umat Hindu yang memiliki kompetensi, dedikasi, dan kepedulian terhadap Dharmagita; dan
f. undangan/peninjau.
(4) Musyawarah Daerah dihadiri oleh:
a. seluruh pengurus Lembaga Pemajuan Dharmagita provinsi;
b. perwakilan pengurus Lembaga Pemajuan Dharmagita kabupaten/kota;
c. perwakilan PHDI provinsi;
d. utusan pengurus Lembaga Pemajuan Dharmagita pusat;
e. perwakilan tokoh umat Hindu daerah yang memiliki kompetensi, dedikasi, dan kepedulian terhadap Dharmagita; dan
f. undangan/peninjau.
(1) Selain menyelenggarakan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18, dapat diselenggarakan musyawarah luar biasa.
(2) Musyawarah luar biasa sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dapat diselenggarakan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
(1) Rapat Kerja Nasional dilaksanakan oleh Lembaga Pemajuan Dharmagita pusat paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun.
(2) Rapat Kerja Daerah dilaksanakan oleh Lembaga Pemajuan Dharmagita daerah paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun.
(3) Rapat Kerja Nasional dan Rapat Kerja Daerah dilaksanakan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja, pergantian antarwaktu pengurus, dan optimalisasi pelaksanaan tugas pengurus Lembaga Pemajuan Dharmagita di setiap tingkatan dalam merealisasikan program kerja.
(1) Hubungan organisasi antara Lembaga Pemajuan Dharmagita pusat dan Lembaga Pemajuan Dharmagita daerah bersifat pembinaan, bimbingan, koordinasi, dan konsultasi teknis.
(2) Hubungan organisasi antara Lembaga Pemajuan Dharmagita pusat dan Lembaga Pemajuan Dharmagita daerah dengan pemerintah dan pemerintah daerah bersifat pembinaan dan fasilitatif.