Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik INDONESIA.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Oktober 2014 MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA,
MUHAMMAD LUTFI
Diundangkan di Jakarta pada tanggal 15 Oktober 2014 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,
AMIR SYAMSUDIN
LAMPIRAN I
PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70/M-DAG/PER/10/2014 TENTANG TERA DAN ULA TERA ALAT-ALAT UKUR, TAKAR, TIMBANG, DAN PERLENGKAPANNYA
JANGKA WAKTU TERA ULANG UTTP LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70/M-DAG/PER/10/2014 TENTANG TERA DAN TERA ULANG ALAT-ALAT UKUR, TAKAR, TIMBANG, DAN PERLENGKAPANNYA
FORMAT SURAT JALAN PENGANGKUTAN UTTP UNTUK DITERA ATAU DITERA ULANG DI LUAR WILAYAH KERJA UPTD PROVINSI ATAU UPTD KABUPATEN/KOTA
KOP SURAT UPTD PROVINSI ATAU UPTD KABUPATEN/KOTA
SURAT JALAN PENGANGKUTAN UTTP
Yang bertandatangan di bawahini:
Nama : ...........................................................
NIP : ...........................................................
Jabatan : ...........................................................
dengan ini menerangkan bahwa:
Jenis UTTP : ...........................................................
Merk : ...........................................................
Tipe : ...........................................................
Kapasitas : ...........................................................
Pemilik : ...........................................................
Alamat : ...........................................................
akan dilaksanakan tera/tera ulang Alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) oleh UPT atau UPTD Provinsi/Kabupaten/Kota* .....
Demikian Surat Jalan ini dibuat untuk dipergunakan dengan semestinya.
Kepala UPT/UPTD provinsi/kabupaten/kota* .................................................
Catatan:
*Coret yang tidak perlu
MENTERI PERDAGANGAN REPUBLITAS INDONESIA,
MUHAMMAD LUTFI LAMPIRAN III
PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70/M-DAG/PER/10/2014 TENTANG TERKAIT DAN TERA ULANG ALAT-ALAT UKUR, TAKAR, TIMBANG, DANPELENGKAPNYA
PERSYARATAN KETENTUAN UJI SAMPEL UTTP
I. Penentuan Populasi UTTP UTTP yang dapat dikategorikan menjadi populasi adalah:
a. UTTP yang memiliki kesamaan:
1) Pabrikan;
2) Tipe atau model UTTP yang dibuktikan dengan Izin Tipe UTTP atau Izin Tanda Pabrik UTTP; dan 3) Kelas keakuratan.
b. UTTP yang memiliki perbedaan tahun produksi dan tahun pelaksanaan tera atau tera ulang tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan.
II. Perencanaan Pengambilan Sampel UTTP
a. Petunjuk pengambilan sampel dan cadangan yang akan digunakan sebagaimana Tabel 1 dan Tabel 2;
III. Pemilihan dan Pengkondisian Sampel UTTP Pemilihan dan pengkondisian sampel UTTP harus memperhatikan hal-hal berikut:
a. Pemilihan UTTP yang akan diuji dilakukan oleh UPT, UPTD Provinsi, atau UPTD Kabupaten/Kota berdasarkan usulan dari Pemilik UTTP atau pihak Ketiga (Pihak yang dikuasakan);
b. Perusahaan Pemilik UTTP atau Pihak Ketiga membuat surat pernyataan mengenai bahwa UTTP yang akan diuji sampai sampel dengan yang terpasang di lapangan atau konsumen perusahaan tersebut;
c. Metode pengambilan (sampel tunggal atau ganda), waktu pengambilan dan waktu pengiriman sampel UTTP ke tempat pengujian ditentukan berdasarkan kesepakatan antara UPT, UPTD Provinsi, atau UPTD Kabupaten/Kota/pemilik UTTP atau Pihak Ketiga;
d. Selama dalam pengangkutan UTTP tidak boleh membantu benturan atau gangguan yang keras;
e. Selama proses pengambilan, pembersihan, dan pengangkutan sampel UTTP tidak boleh dilakukan perbaikan, penggantian, penguntukan counter atau sejenisnya;
f. UPT, UPTD Provinsi, atau Ulet Kabupaten/Kota dapat MENETAPKAN batas waktu sampel UTTP disimpan hingga mengalami perubahan.
g. Khusus Meter Air bawah inlet dan outlet socket harus dalam keadaan tertutup setelah dilakukan instalasi. Dalam sampel Meter Air tidak boleh terdapat air bah dan menghilangkan kotoran dapat dilakukan pembersihan.
IV. Pengujian Sampel UTTP Pengujian sampel dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Sampel UTTP harus sesuai dengan spesifikasi yang terdapat dalam surat Izin Tipe UTTP atau Izin Tambah Pabrik UTTP;
b. Penunjukan UTTP harus berfungsi, jelas, dan mudah dibaca;
c. Sampel UTTP Cadangan 1) Penggantian sampel UTTP dengan sampel UTTP cadangan sebelum proses pengujian dimulai diperbolehkan apabila sampe UTTP yang dipilih:
a) mempunyai kerusakan pada bagian huar;
b) mempunyai tanda pelindung yang rusak;
c) disimpan dalam waktu yang lama atau digunakan tidak sesuai peruntukannya; dan d) tidak dapat diakses/dioperasikan.
2) Jumlah aktual sampel UTTP yang dapat digantikan oleh sampel UTTP cadangan tergantung pada ukuran populasi, sesuai dengan Tabel 1 dan Tabel 2;
3) Penggantian hanya dapat dilakukan satu kali setelah pemeriksaan secara visual. Sampel UTTP cadangan yang digunakan untuk penggantian dipilih dari populasi sampel UTTP cadangan secara acak;
4) Pada kasus angka 1) huruf a, huruf b, dan huruf c, jumlah sampel UTTP yang dapat diganti dengan sampel UTTP cadangan hanya 6% dari keseluruhan.
d. Metode pengujian harus sesuai dengan Syarat Teknis UTTP yang terkait.
V. Hasil Pengujian Sampel UTTP
a. Hasil pengujian harus dicatat, disimpan dan akan dievaluasi ulang oleh UPT, UPTD Provinsi, atau UPTD Kabupaten/Kota;
b. Persyaratan uji sampel ditolak setelah dilakukan uji sampel sebagaimana tercantum dalam Tabel 1 dan Tabel 2;
c. Populasi UTTP diterima atau ditolak setelah dilakukan uji persyaratan. Apabila populasi UTTP diterima maka semua UTTP dalam populasi tersebut harus diuji ulang atau diganti dengan UTTP yang bertanda tera sah yang berlaku;
d. Jika populasi UTTP diterima setelah uji sampel dilakukan, maka jangka waktu tera ulang dari populasi UTTP tersebut diperpanjang sampai jangka waktu tera ulang berikutnya.
MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA,
MUHAMMAD LUTFI LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70/M-DAG/PER/10/2014 TENTANG TERA DAN TERA ULANG ALAT-ALAT UKUR, TAKAR, TIMBANG, DAN PERLENGKAPANNYA
FORMAT SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN PENGURUSAKAN UTTP
SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN PENGURUSAKAN UTTP
Yang bertandatangan di bawah ini:
Nama :
Jabatan :
Nama Perusahaan :
Alamat Usaha :
Sesuai hasil pemeriksaan dan pengujian UTTP yang menyatakan bahwa UTTP tidak memenuhi persyaratan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan/atau tidak mungkin diperbaiki lagi, dengan ini menyatakan bersedia untuk dilakukan pengurusan atas UTTP tersebut, agar tidak dapat difungsikan kembali, rincian UTTP sebagai berikut:
Demikian surat pernyataan ini Saya buat dengan segala kesadaran.
..................................................
..................................................
Pemilik UTTP/Pihak Ketiga, (Meterai cukup) (Nama Jelas)
MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA, ttd.
MUHAMMAD LUTFI LAMPIRAN V
PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70/M-DAG/PER/III/2014 TENTANG TERA DAN TERA ULANG ALAT-ALAT UKUR, TAKAR, TIMBANG, DAN PERLENGKAPANNYA
FORMAT BERITA ACARA PENGRUSAKAN UTTP
KOP UPT/UPTD PROVINSI/UPTD KABUPATEN/KOTA
BERITA ACARA PENGRUSAKAN ALAT-ALAT UKUR, TAKAR, TIMBANG, DAN PERLENGKAPANNYA
Pada hari ........................... tanggal ........................... bulan ........................... tahun ...........................
pukul : ..........................................................................................................................
Saya bernama : ........................................................ selaku Pegawai Berhak berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Nomor ........................................................, tanggal .....................................................
NIP : ........................................................................................................................
Jabatan : ..................................................................................................................
Kantor : ...................................................................................................................
Alamat Kantor : .......................................................................................................
Telah memeriksa dan menguji, Jenis UTTP : .............................................................................................................
Merek/tipe : ............................................................................................................
Kapasitas : ..............................................................................................................
Tempat : ..................................................................................................................
Pemilik : ..................................................................................................................
Alamat : ..................................................................................................................
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengujian, ternyata alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP) tersebut tidak memenuhi persyaratan/ketentuan peraturan perundang-undangan dan tidak dapat diperbaiki lagi, karena:
1. ............................................................................................................................
2. ............................................................................................................................
3. ............................................................................................................................;................................................. (dst.)
Berdasarkan Pasal 14 UNDANG-UNDANG Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal dan timbangan sebagaimana tersebut di atas Alat-alat Ukur, Takar, Timbang, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) telah dilakukan pengrusakan.
UTTP yang telah dilakukan pengrusakan dikembalikan kepada:
1. Nama Pemilik/Pihak Ketiga :
2. Alamat :
3. Pekerjaan :
Demikian berita acara pengrusakan UTTP ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.
Saksi-saksi: Pemilik UTTP/ Yang Membuat Pihak Ketiga, Berita Acara Pegawai Berhak,
1. .................................. ........................... ...........................
2. .................................. ........................... ...........................
MENTERI PERDAGANGAN REPUBLAH INDONESIA, ttd.
MUHAMMAD LUTFI