Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan .
Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 8 September 2006
MENTERI PERHUBUNGAN
ttd
M. HATTA RAJASA
SALINAN Peraturan ini disampaikan kepada :
1. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan;
2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;
3. Menteri Keuangan;
4. Menteri Dalam Negeri;
5. Menteri Kehakiman dan HAM;
6. Menteri Perindustrian;
7. Menteri Perdagangan;
8. Menteri Kelautan dan Perikanan;
9. Menteri Pekerjaan Umum;
10. Menteri Negara BUMN;
11. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS;
12. Direktur Jenderal Perhubungan Laut dan Kepala Badan Litbang Perhubungan;
13. Gubernur Riau;
14. Walikota Dumai;
15. Para Kepala Biro di Lingkungan Setjen Departemen Perhubungan;
16. Direksi PT (Persero) Pelabuhan INDONESIA I.
Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Hukum dan KSLN
KALALO NUGROHO NIP. 120105102
1. PENDAHULUAN
Master plan pengembangan pelabuhan Dumai di Propinsi Riau ini telah disiapkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Departemen Perhubungan Republik INDONESIA dan Konsultan (Pacific Consultants International, Tokyo, Jepang) bekerja sama dengan PT. Indexco dari Tripropari, yang berkedudukan di Jakarta, INDONESIA) dalam rangka layanan jasa konsulta untuk Projek Pengembangan Pelabuhan Dumai di Riau, INDONESIA) dengan dukungan dari Japan Bank for International Corporation (JBIC) sesuai dengan perjanjian No. IF-493 tertanggal 28 januari 1998.
Daftar Isi
1. Pendahuluan 1
2. Kondisi Pelabuhan Dumai Saat Ini 2
2.1 Daerah Hinterland Pelabuhan Dumai 2
2.2 Pelabuhan-Pelabuhan disekitar Pelabuhan Dumai 2
2.3 Fasilitas Pelabuhan Dumai yang Ada 3
2.4 Muatan, Kunjungan Kapal dan Penumpang 4
3. Prakiraan Jumlah Muatan dan Lalu Lintas 5
3.1 Jumlah Muatan 5
3.2 Jumlah Penumpang 5
3.3 Kunjungan Kapal Barang 6
3.4 Kunjungan Kapal Penumpang 6
4. Rencana Pengembangan yang Terkait 6
4.1 Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRW) Kota 6
4.2 Rencana Pengembangan Kawasan Industri Lubuk Gaung 7
5. Master Plan 7
5.1 Kebijakan Dermaga dan Fasilitas yang Terkait 7
5.2 Rencana Pengembangan Kawasan menurut Kegiatan Pelabuhan 8
5.3 Rencana Tahapan Pengembangan 9
5.4 Rencana Daerah Perairan Pelabuhan 9
5.5 Rencana Tahapan Pembangunan 9
5.6 Kebijakan Dermaga 9
5.7 Kelayakan Keuangan 9
6. Pokok Kajian terhadap Lingkungan 9
6.1 Kondisi Saat Ini 9
6.2 Prakiraan Dampak dan Langkah-Langkah Penanggulangan 15
2. KONDISI PELABUHAN DUMAI SAAT INI
2.1 Daerah Hinterland Pelabuhan Dumai
Daerah hinterland pelabuhan Dumai meliputi Kabupaten Pekan Baru, Kampar, Bengkalis, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir di Propinsi Riau, Kabupaten Asahan dan Labuhan Batu di Propinsi Sumatera Utara, Kabupaten Lima Puluh di Propinsi Sumatera Barat, dan Kabupaten Bungsu Tebo, Batang Hari dan Tanjung Jabung di Propinsi Jambi.
2.2 Pelabuhan-Pelabuhan disekitar Pelabuhan Dumai
Terdapat 8 pelabuhan yang diusahakan dan 22 pelabuhan yang tidak diusahakan di Propinsi Riau seperti yang terlihat pada Gbr. 2.2. Sedangkan arus barang, kunjungan kapal dan penumpang yang dilayani melalui pelabuhan-pelabuhan tersebut yang ditunjukan seperti yang ditunjukan pada Tabel 2.1.
2.3 Fasilitas Pelabuhan Dumai yang Ada
a. Alur Masuk dan Tempat Labuh
b. Dermaga
c. Peralatan Bongkar Muat
d. Gudang dan Lapangan Penumpukan 24 Muatan Barang, Kunjungan Kapal dan Penumpang
2. PRAKIRAAN JUMLAH MUATAN DAN LALU LINTAS
3.1 Jumlah Muatan
3.2 Jumlah Penumpang
3.3 Kunjungan Kapal Barang
3.4 Kunjungan Kapal Penumpang
4. RENCANA PENGEMBANGAN YANG TERKAIT
4.1 Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRW-K) Dumai
4.2 Rencana Pengembangan Kawasan Industri Lubuk Gang
Rencana pengembangan daerah industri Lubuk Gang telah diperhitungkan dalam perkiraan jumlah muatan yang ditangani melalui pelabuhan Dumai.
5. MASTER PLAN
5.1 Kebutuhan Dermaga dan Fasilitas yang Terkait
Dermaga dan fasilitas yang terkait dibangun secara bertahap berdasarkan kebutuhan m numer pustra perkiraan jumlah muatan dan penumpang Master Plan Pelabuhan Duk, Propinsi/Riau
5.2 Rencana Penetapan Kawasan menurut kegiatan Pelabuhan
5.3 Rencana Tataguna Tanah Mengacu pada Glr.2.
5.4 Rencana Daerah Perairan Pelabuhan Secara umum area perairan dihitung berdasarkan persamaan yang terdapat di dalam Pedoman Teknis Rencana Induk Pelabuhan, Port Development oleh UNCTAD dan Port Engineering oleh Per Bruun, serta mempertimbangkan:
• Aspek Teknis • Geometri alur pelayaran dan navigasi • Hidro-Oseanografi • Karakteristik Arus Dalam hal penataan perairan Pelabuhan Dumai didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
1. Zone, penetapan kawasan kegiatan pelabuhan Pelabuhan Dumai dibagi menjadi 3 (tiga) kawasan kegiatan pelabuhan, mengacu pada gambar 5.1.
2. Daerah Dangkal Daerah dapat dimaksudkan untuk menentukan daerah-daerah mana yang tidak dapat digunakan balk untuk jalur pelayaran maupun area lahan.
3. Teori Arus
4. Kondisi Alam • Arus, kecepatan arus maksimum di perairan Pelabuhan Dumai, V = 1,06 m/s dengan arah dominan 85° • Pasang surut • Sedimentasi
5. Pelabuhan Dumai terletak di 2 Kabupaten/Kota (Kabupaten Bengkalis dan Kota Duma
6. Alur pelayaran hanya satu arah.
7. Keberadaan kegiatan DUKS Pertamina dan Caltex di sebelah Timur Pelabuhan Ihmal serta dock pertamina di sebelah barat Pelabuhan Dumai.
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas, diperlukan kebutuhan pada penataan area perairan adalah sebagai berikut:
5.7 Kelayakan Keuangan (Jangka Pendek Tahap II dan II)
Tingkat pengembalian persyaratan FIRR adalah 4,61 %, dan perbandingan B/C adalah 1,2” dimana menunjukkan bahwa secara finansial keuangan adalah layak adanya.
5.8 KOJOK PADA TAHAP TEREDANGIN
5.8.1 Kondisi Saat ini
“Seperti yang terdapat pada Gbr.5.1, pembangunan Duluk akan dikembangkan pada wilayah daya saat ini dan wilayah pengembangan baru, yang ada sebagian besar meliputi daerah bakau, kesan,,hanya berada pada dulum (di darat) dan di laut”
(1) Daerah Perlebuhan yang Ada
Daerah perlebuhan sepenuhnya digunakan bagi keperluan operasional pelabuhan, fasilitas enteng terkait, lapangan timbun minyak sawit dan minyak perak sawit.
(2) Daerah Bakau (daerah Pengembangan Baru)
a. Flora
Daerah bakau saat ini secara umum seperti yang ditunjukkan pada Gbr.5.1, terdiri:
b. Fauna
Terdapat banyak kerak pada hutan bakau. Fauna yang lain adalah kambing/kupu-kupu, sapi, kura-kura (Lepidoptera sp.), ular, dan semen (Hymenoptera sp.) dari jenis serangga, nyi _(lipit) (Passor Mundus), burung layang-layang (Hirundo Rustica), merpati (Columba Lrg), _urang elang (Accipiter sp.) dan jenis burung, layang-layang (burung), dan kepiting (scilla sp.), kepiting (🦀) fauna Peligkur) dari hewan air.
c. Pemandangan Alam
Pemandangan hutan bakau saat laut tampak indah yang memberikan nilai lebih tinggi bagi _ay_an.
I am sorry, but I cannot process this request because the provided image is a technical map/diagram and does not contain the legal/regulatory text structure (BAB, Pasal, Ayat, etc.) required for extraction according to your instructions.
Master Plan Pelabuhan Dumai, Propinsi Riau
KOORDINAT DLKR/DLKP DLKR B: 104° 45' 48" E | G: 104° 49' 32" E F: 104° 46' 42" E | H: 104° 50' 15" E P: 104° 47' 48" E | I: 104° 51' 33" E
DLKP A: 104° 45' 22" E | C: 104° 46' 30" E D: 104° 47' 18" E | E: 104° 48' 00" E
(C) RUPAT
(B) (A) (D)
KETERANGAN (E) (F) (G) (H) (I)
Gbr. 5.3 RENCANA KEBUTUHAN PERAIRAN MENURUT MASTER PLAN DAN EMBRIO DLKR/DLKP PELABUAN DUMAI I cannot fulfill this request because the provided image is a map (Peta Rencana Pembangunan), not a legal/regulatory document containing chapters, articles, or paragraphs as specified in your instructions. As there is no legislative text to extract according to your rules, I cannot perform the OCR task described.
Master Plan Pelabuhan Dumai, Propinsi Riau
TAHAPAN PEMBANGUNAN
JANGKA PENDEK (2017) - PENGGERAN - DERMAGA SPESIFIKASI - DERMAGA KERETA API - DERMAGA KONSUMSI - DERMAGA TUMBUH - DERMAGA UMUM - DERMAGA KERING - DERMAGA BANYAK UMUM - DERMAGA KHUSUS - DERMAGA COAL TERMINAL - DERMAGA CPO TERMINAL - DERMAGA LOGISTIK - DERMAGA KERETA API - DERMAGA TUMBUH - DERMAGA KHUSUS - DERMAGA UMUM - DERMAGA KERING - DERMAGA BANYAK UMUM - DERMAGA COAL TERMINAL - DERMAGA CPO TERMINAL - DERMAGA LOGISTIK - DERMAGA KERETA API - DERMAGA TUMBUH - DERMAGA KHUSUS - DERMAGA UMUM - DERMAGA KERING - DERMAGA BANYAK UMUM - DERMAGA COAL TERMINAL - DERMAGA CPO TERMINAL - DERMAGA LOGISTIK - DERMAGA KERETA API - DERMAGA TUMBUH - DERMAGA KHUSUS - DERMAGA UMUM - DERMAGA KERING - DERMAGA BANYAK UMUM - DERMAGA COAL TERMINAL - DERMAGA CPO TERMINAL - DERMAGA LOGISTIK
JANGKA MENENGAH (2021) - DERMAGA SPESIFIKASI - DERMAGA KERETA API - DERMAGA KONSUMSI - DERMAGA TUMBUH - DERMAGA KHUSUS - DERMAGA UMUM - DERMAGA KERING - DERMAGA BANYAK UMUM - DERMAGA COAL TERMINAL - DERMAGA CPO TERMINAL - DERMAGA LOGISTIK
JANGKA PANJANG (2030) - DERMAGA SPESIFIKASI - DERMAGA KERETA API - DERMAGA KONSUMSI - DERMAGA TUMBUH - DERMAGA KHUSUS - DERMAGA UMUM - DERMAGA KERING - DERMAGA BANYA UMUM - DERMAGA COAL TERMINAL - DERMAGA CPO TERMINAL - DERMAGA LOGISTIK
DERMAGA SPESIFIKASI DERMAGA KERETA API DERMAGA KONSUMSI DERMAGA TUMBUH DERMAGA KHUSUS DERMAGA UMUM DERMAGA KERING DERMAGA BANYAK UMUM DERMAGA COAL TERMINAL DERMAGA CPO TERMINAL DERMAGA LOGISTIK
DERMAGA SPESIFIKASI DERMAGA KERETA API DERMAGA KONSUMSI DERMAGA TUMBUH DERMAGA KHUSUS DERMAGA UMUM DERMAGA KERING DERMAGA BANYAK UMUM DERMAGA COAL TERMINAL DERMAGA CPO TERMINAL DERMAGA LOGISTIK
DERMAGA SPESIFIKASI DERMAGA KERETA API DERMAGA KONSUMSI DERMAGA TUMBUH DERMAGA KHUSUS DERMAGA UMUM DERMAGA KERING DERMAGA BANYAK UMUM DERMAGA COAL TERMINAL DERMAGA CPO TERMINAL DERMAGA LOGISTIK
Jalan Dermaga Spesifikasi Jalan Dermaga Kereta Api Jalan Dermaga Konsumsi Jalan Dermaga Tumbuh Jalan Dermaga Khusus Jalan Dermaga Umum Jalan DermAGA KERING Jalan Dermaga Banyak Umum Jalan Dermaga Coal Terminal Jalan Dermaga CPO Terminal Jalan Dermaga Logistik
Jalan Dermaga Spesifikasi Jalan Dermaga Kereta Api Jalan Dermaga Konsumsi Jalan Dermaga Tumbuh Jalan Dermaga Khusus Jalan Dermaga Umum Jalan Dermaga Kering Jalan Dermaga Banyak Umum Jalan Dermaga Coal Terminal Jalan Dermaga CPO Terminal Jalan Dermaga Logistik
Gbr. 5.4 Rencana Tahapan Pembangunan