(1) Kepada Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) huruf f yang berdasarkan PERATURAN PEMERINTAH yang mengatur mengenai disiplin Pegawai Negeri Sipil dijatuhi hukuman disiplin karena melakukan pelanggaran terkait non administratif, dikenakan pemotongan TKPKN secara proporsional dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Hukuman disiplin ringan:
1. Sebesar 25% (dua puluh lima perseratus) selama 2 (dua) bulan, jika Pegawai dijatuhi hukuman disiplin berupa Tegoran teguran lisan;
2. Sebesar 25% (dua puluh lima perseratus) selama 3 (tiga) bulan, jika Pegawai dijatuhi hukuman disiplin berupa Tegoran teguran tertulis; dan
3. Sebesar 25% (dua puluh lima perseratus) selama 6 (enam) bulan, jika Pegawai dijatuhi hukuman disiplin berupa pernyataan tidak puas secara tertulis.
b. Hukuman disiplin sedang:
1. Sebesar 5050% (lima lima puluh per seratus) selama 6 (enam) bulan, jika Pegawai dijatuhi hukuman disiplin berupa penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun;
2. Sebesar 50% (lima puluh per seratus) selama 9 (sembilan) bulan, jika Pegawai dijatuhi hukuman disiplin berupa penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun; dan
3. Sebesar 50% (lima puluh per seratus) selama 12 (dua belas) bulan, jika Pegawai dijatuhi hukuman disiplin berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun.
c. Hukuman disiplin berat:
1. Sebesar 85% (delapan puluh lima per seratus) selama 12 (dua belas) bulan, jika Pegawai dijatuhi hukuman disiplin berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun;
2. Sebesar 90% (sembilan puluh perseratus) selama 12 (dua belas) bulan, jika Pegawai dijatuhi hukuman disiplin berupa pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah;
3. Sebesar 95% (sembilan puluh lima perseratus) selama 12 (dua belas) bulan, jika Pegawai dijatuhi hukuman disiplin berupa pembebasan dari jabatan; dan Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt, Indonesian (INDONESIA) Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt, Indonesian (INDONESIA) Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt, Indonesian (INDONESIA) Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt, Indonesian (INDONESIA) Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt www.djpp.kemenkumham.go.id
4. Sebesar 100% (seratus perseratus), jika Pegawai dijatuhi hukuman disiplin berupa pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau pemberhentian tidak dengan hormat dan mengajukan banding administratif ke Badan Pertimbangan Kepegawaian.
(2) Kepada Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) huruf f yang berdasarkan PERATURAN PEMERINTAH yang mengatur mengenai disiplin Pegawai Negeri Sipil dijatuhi hukuman disiplin karena melakukan pelanggaran terkait administratif tidak dikenakan pemotongan TKPKN.
(3) Kepada Pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikenakan pemotongan TKPKN apabila pelanggaran terkait administratif yang dilakukan berupa pelanggaran:
a. jam kerja yang merupakan perbuatan berulang-ulang dengan kesengajaan;
b. pencapaian sasaran kerja dikarenakan murni kesalahan Pegawai yang bersangkutan;
c. standar prosedur kerja (Standar Operating Procedure) yang memiliki unsur merugikan keuangan negara atau memperkaya diri sendiri dan/atau orang lain;
d. proses perceraian tanpa izin murni kesengajaan Pegawai yang bersangkutan; dan/atau
e. melakukan pernikahan kedua dan seterusnya tanpa izin (poligami).
(4) Kepada Pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (3), diberlakukan pemotongan TKPKN sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(5) Dalam hal banding administratif yang diajukan oleh Pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c angka 4 diterima oleh Badan Pertimbangan Kepegawaian dan hukuman disiplinnya diubah menjadi selain pemberhentian atau hukuman disiplinnya dibatalkan, maka TKPKN Pegawai yang bersangkutan dibayarkan kembali terhitung sejak Pegawai yang bersangkutan diizinkan untuk tetap melaksanakan tugas.
(1) Pelanggaran terkait non administratif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) merupakan pelanggaran kedisiplinan yang terkait dengan:
a. penyalahgunaan wewenang;
b. terdapat indikasi terjadinya tindak pidana/kejahatan;
Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt, Indonesian (INDONESIA) Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt, Indonesian (INDONESIA) Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt, Indonesian (INDONESIA) Formatted: Font: Bookman Old Style, 13 pt, Indonesian (INDONESIA) www.djpp.kemenkumham.go.id
c. melakukan tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang langsung/tidak langsung menyebabkan kerugian Negara;
d. melakukan tindakan yang mencoreng harkat dan martabat Pegawai Negeri Sipil;
e. melakukan tindakan yang dengan sengaja menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani;
f. tidak melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila terdapat indikasi kerugian negara yang akan terjadi; atau
g. melakukan tindakan yang terkait dengan pemberian dukungan terhadap calon PRESIDEN/Wakil PRESIDEN, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan salah satu pasangan calon selama masa kampanye.
(2) Pelanggaran terkait administratif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (2) merupakan pelanggaran kedisiplinan yang terkait dengan:
a. jam kerja;
b. pencapaian sasaran kerja;
c. standar prosedur kerja (Standar Operating Procedure) yang tidak memiliki unsur merugikan keuangan negara atau memperkaya diri sendiri dan/atau orang lain;
d. prosedur laporan perkawinan dan izin perceraian;
e. prosedur izin berpoligami;
f. prosedur izin usaha;
g. prosedur izin ke luar negeri; atau
h. prosedur izin menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional.